Kapan seminar…?? itu yang aku denger saat aku ikut seminar temenku. Hmm berat juga ya…. menjawab pertanyaan itu. Gimana juga, klo diitung-itung waktu itu dah semester 8, akhir lagi ya bener juga klo ada yang ngasih pertanyaan itu, patut banget lagian sudah banyak tu yang seminar bahkan yang lulus.
Semester 8 pun berlalu… KRS lagi, belum lulus. TA tok.
Agustus, September bisa mengerjakan Bab 1-3, ikut seleksi Okazaki Kaheita memacu lebih cepet ngerjain TA. Oktober ternyata hanya bisa melakukan revisi, dan menghitung ulang. Revisi gambar (harus perfect) sehingga 1 bulan itu tidak maju sekalipun. November ternyata lemburan laporan, TA sedikit terbengkalai. AKhirnya Ramadhan tiba, semangat lagi meskipun nambahnya dikit-dikit tapi sudah bagus. Idul Fitri dan liburannya adalah waktu emas untuk mengebut dan ternyata target terpenuhi 60% saja. Desember, mau tidak mau harus mau. Minggu ke-2 Bab 1-7 bisa dimajukan, dan revisinya lumayan, ya lumayan banyak, karena penyusunan bab di ubah. Redaksional ternyata kacau balau (hehehehe, maklum lemburan) walhasil revisi lagi, untung hitungan sudah dikatakan 90% oke. Maju lagi dan revisi lagi, dan lagi.
Tahun berganti, revisi terakhir akhirnya…..dan “Dibuat naskah seminarnya”. Kemudian maju dan Accepted pada 8 Januari 2008. Atas nasehat temen-temenku semua urusan administrasi kucicil, soalnya merepotkan apabila ditunda. Dosen penguji kutemui dan oke.
Ada satu kejadian lucu, ya karena kebodohanku…
Menunggu dosen penguji lama, dan bertemu kakak angkatan, aku minta nomer dosen pengujiku yang karena salah dengar, aku kira sama dengan dosen pembimbingnya. AKu sms: “Pak ini Baroqah Anton S, yang Jumat kemarin ketemu di Lab, saya ingin ketemu untuk konsultasi mengenai seminar dan pendadaran saya” eng-ing-eng datanglah balasan: “siang dik”.
Siangnya aku mendapat pesan singkat bahwa dosenku dah ada, langsung kesana dan memang benar beliau ada diruangannya. Ketemu, konsultasi dan beres. Seminar akhirnya dilangsungkan hari Jumat 18 Januari 2008. Dosen penguji sudah izin apabila ternyata ada acara di waktu yang sama. Oke. Namun, sebagai mahasiswa yang baik tetep konfirm dong sebelum acara. Aku telepon dan KAGET karena suara beliau beda dengan yang biasanya, aku kira salah nomer, tapi bener koq… PUtus-putus dan terdengar: “tidak jelas”. Oke aku kirim pesan singkat: “Pak bagaimana saya tinggal atau ditunggu”, hape bergetar kembali: “Tinggal saja dik, saya ada rapat”. Seminar berjalan lancar tapi ada yang aneh. Tiba2 saja ada dosen yang tidak ada hubungannya dengan seminar dan TAku masuk, beliau tampak berbisik-bisik dengan Dosen Pembimbingku, aku kira itu urusan kuliah S-2, aku ga pedulikan sama sekali, karena itukan urusan Bapak-Bapak itu.
Seminar selesai dan alhamdulillah, bisa pendadaran seminggu sesudahnya.
Karena naskah Dosen Pembimbing tertinggal aku kirim beliau pesan, tidak langsung dibalas tetapi besoknya ditelpon. Yang ditanyakan beliau adalah: “Dik, sebenarnya pengujimu siapa?” aku jawab “Bapak B Pak”, Dosen: “Pas seminar ketemu atau telpon?”, aku jawab: “Telpon”, Dosen: “Dik, coba cek lagi nomernya, bener atau tidak”.
AKu langsung lemes, benar, itu salah nomer, aku salah menelepon… Jadi pas seminar dosen lain yang dateng keseminarku adalah karena aku……………….Malunya……………..
wahahaha….pak bambang, yang dosen baja 2 itu to..
selamat ya ton…akhirnya dah lulus!
wah bangganya klo aku bisa wisuda bareng2 kalian smw