Banjir dimana-mana… begitulah salah satu topik yang dibahas di milis Almamaterku, Sipil UGM. Bagaimana tidak, memang banjir sedang ngetop sekarang, daerah yang dulunya gak banjir sekarang ikut kebanjiran. Berita-berita di Tipi dimana-mana mbahas banjir, bahkan ada reporter lapangan yang melapor atawa meliput ditengah-tengah banjir yang coklat, apa-apaan ini pikirku reporter cewek berendam di air banjir yang kotor yang dalam cuma keliatan leher dan kepala aja.
Menyikapi banjir yang ada sekarang memang katanya hujan kali ini adalah hujan yang lebih deras dari biasanya. Civil Engineer, khususnya yang berkutat dengan urusan air a.k.a orang hidro menyebut kala ulangnya lebih besar dari biasanya. Wong tanggul-tanggul di Bengawan Solo yang didisain dengan kala ulang 15 tahun aja ga bisa nahan tu air yang meluap.
Jadi inget liriknya lagu Bengawan Solo: Air mengalir sampai jauh………….., jauh dari sungai ke Kota
Proyek pengendalian banjir yang dilaksanakan seperti sia-sia saja, karena banjir tetap terjadi. Namun, hal ini perlu dikaji lebih mendalam, apakah pengelolaan dan pelaksanaannya sesuai dengan perencanaan. Ataukah memang perencanaannya yang kurang sip sehingga banjir masih saja terjadi.
Ya sudahlah, yang penting masing-masing instropeksi kemudian menyalurkan tenaga dan pikirannya untuk penanggualangan masalah banjir ini. Ingat Jakarta juga lho…, <ingat banjirnya>